Hampir semua orang menyukai kornet daging sapi. Makanan olahan satu ini hadir dengan cita rasa unik, tidak mengherankan jika disukai banyak orang. Terlebih cara memasaknya yang mudah dan gizinya yang cukup baik menjadikan kornet menjadi pilihan menu makan banyak orang. Praktis, enak dan bergizi tinggi.

Mengenai bahan pembuatnya, kornet dibuat langsung menggunakan daging segar. Maka dari itu, ketika kemasan sudah dibuka, sebaiknya segera disimpan di dalam lemari pendingin. Kornet sangat pas digunakan sebagai bekal makanan ketika sedang bepergian. Untuk Anda yang sering mengonsumsi makanan satu ini, berikut ini beberapa tips memilih daging kornet kualitas terbaik.

Cara Mudah Menentukan Kualitas Kornet Daging Sapi

1. Flat sour

Langkah pertama untuk menentukan daging kornet berkualitas adalah melihat flat sournya. Flat sour ini merupakan kondisi dimana isi kornet sudah berubah rasa menjadi asam yang ditimbulkan dari aktifitas mikroba meskipun tidak memproduksi gas. Meskipun demikian, isinya sudah membusuk.

Meskipun terjadi flat sour, kemasan kornet tetap tidak berubah sama sakali. Kemasannya masih datar serta tidak mengembung, namun dalam isinya sudah berubah asam. Selain itu, flat sour juga bisa disebabkan oleh spora bakteri tahan panas yang masih hidup selama proses sterilisasi berlangsung.

 

2. Stack burn

Proses pendinginan kaleng yang kurang bagus bisa menimbulkan stack burn, yaitu kerusakan pada isi kemasan. Hal tersebut bisa terjadi karena kaleng yang belum dingin sempurna kemudian langsung disimpan dalam kulkas. Akhirnya dagingnya berubah warna, gelap dan tidak layak konsumsi.

 

3.     Swells

Pertumbuhan serta aktifitas mikiroba yang terjadi di dalam kemasan bisa membuat gas terbentuk, hingga akhirnya kemasan menjadi mengembung. Swells ini bisa terjadi karena proses pengisian daging kornet yang sangat penuh hingga akhirnya kemasan tidak memiliki ruang kosong lagi sehingga membuat kaleng menjadi mengembung.

 

4.     Keleng bocor

Sambungan kaleng yang kurang bagus bisa menimbulkan kemasan kaleng menjadi bocor. Selain itu, kebocoran pada kaleng juga bisa disebabkan karena benda kuat serta tajam yang menusuk kaleng. Ketika kaleng mengalami kebocoran, maka bisa menimbulkan mikroba serta bau yang kurang enak.

 

5.     Kaleng penyok

Benturan keras ketika proses penyimpanan bisa menyebabkan kaleng menjadi penyok. Akibatnya, akan timbul lubang-lubang berukuran kecil sehingga mikroba pembusuk mudah masuk ke dalam kemasan.

 

6.     Kaleng berkarat

Salah satu tanda jika produk sudah lama diproduksi atau sudah expired adalah kalengnya menjadi berkarat. Selain itu, tempat penyimpanan yang tidak pas juga bisa menyebabkan kaleng menjadi berkarat.

 

 

Tips Menyimpan Daging Kornet

Ketika melakukan penyimpanan daging kornet cip sebaiknya Anda melakukan penyimpanan pada suhu yang sangat rendah. Akan tetapi, untuk menjaga kualitasnya sebaiknya Anda melakukan penyimpanan di lemari pendingin.

Sebaiknya jangan melakukan penyimpanan dalam suhu yang tinggi, terlebih terkena sinar matahari langsung. Hal itu bisa membuat mikroba yang tahan panas menjadi aktif kembali. Lakukan penyimpanan kornet dengan baik, supaya daging tetap awet serta terhindar dari kerusakan. Jika memungkinkan simpan di bawah suhu 10 derajat celcius.

Lebih dari itu melakukan penyimpanan pada suhu yang rendah bisa mencegah produk dari karat serta jamur yang bisa merusak kualitas kemasan.

Itu tadi beberapa tanda jika daging kornet kurang bagus serta tips aman menyimpanan daging kornet. Apabila Anda menjumpai kemasan seperti di atas, sebaiknya tidak mengonsumsinya. Dapatkan kornet sapi kualitas terbaik dengan membeli produk dari pabrik kornet PT. Suryajaya Abadiperkasa. Produknya bervariatif dan kualitasnya terjamin.

Anda bisa mendapatkan info produknya di kornetcip.com. Selain itu Anda dapat membeli secara online melalui official store kami di TokopediaBukalapak, dan Shopee  sekarang juga, supaya tubuh tetap sehat dengan asupan nutrisi yang terpenuhi.